Ternyata kalo betina marah, ngeri juga ya?

Kamis, 07 Mei 2009





Ternyata kalo betina marah, ngeri juga ya?


Sumber: kaskus.us

Ternyata Shampo Dan Lotion Dapat Merusak Otak

Selasa, 05 Mei 2009


Shampo, body lotion, pewarna rambut dan produk sejenisnya, yang mengandung methylisothiazolinone (MIT), dapat menyebabkan kematian pada sel otak. Demikian yang terlihat pada penelitian yang dilakukan pada tikus. Bahan kimiawi methylisothiazolinone (MIT) ini, sebenarnya termasuk dalam golongan biosida, yaitu untuk mencegah dan membunuh kuman.

Biasanya sering digunakan dalam produk rumah tangga dan industri untuk sistim pendinginan air agar kuman tidak berkembang biak. Sejauh ini, belum ada penelitian tentang efek MIT pada perkembangan saraf.Yang dikhawatirkan, jika ibu yang sedang hamil mengalami paparan terhadap MIT ini, yang mungkin dapat menyebabkan janinnya mengalami perkembangan otak yang tidak normal.

Selain itu, mereka yang bekerja secara langsung dengan menggunakan methylisothiazolinone (MIT), berisiko paling besar. Paparan langsung dengan MIT dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi pada kulit, karena MIT dapat merusak sel kulit juga.Pada percobaan dengan sel otak tikus, ditemukan bahwa paparan langsung terhadap MIT dengan konsentrasi seperti yang ditemukan pada body lotion, sudah dapat menyebabkan kematian dari sel saraf.

Sedang paparan yang lama dengan konsentrasi rendah dari MIT ini menyebabkan gangguan fungsi dari jalur sel saraf dalam berinteraksi satu dengan yang lainnya.Bagaimana efeknya pada manusia? bagaimana bila digunakan setiap hari secara terus menerus seperti pada body lotion ? Para peneliti belum mampu menjawabnya. Oleh karena itu diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah MIT ini berbahaya bagi manusia.Penelitian ini disampaikan dalam pertemuan tahunan the American Society for Cell Biology di Washington, D.C, Amerika Serikat.

Sumber: http://lakersx6.wordpress.com/

Tips Menjaga Kesehatan Otak Anda

Otak adalah anggota tubuh yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Mahluk hidup tidak akan bisa hidup di muka bumi seperti sekarang ini seandainya tidak memiliki otak. Manusia hidup di bumi sangat tergantung dengan yang namanya fungsi otak. Untuk itulah, sebagai manusia, kita harus menjaga otak kita agar selalu sehat.

Beberapa hal kecil yang sering kita sepelekan, justru berbahaya bagi otak kita. Hal kecil yang terbilang berbahaya bagi otak adalah pertama, tidak mau sarapan pagi. Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal tidak mengkonsumsi makanan di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak kita yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak.

Hal kedua adalah terlalu banyak makan. Terlalu banyak makan ternyata mengeraskan pembuluh otak yang menuntun kita pada menurunnya kekuatan mental. Selanjutnya adalah merokok. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak kita. Bayangkan, otak kita bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya. Tak ayal di waktu tua kita rawan Alzheimer.

Hal yang keempat yaitu terlalu banyak mengkonsumsi gula. Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi, sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Yang kelima yaitu polusi udara. Karena, otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

Hal yang keenam adalah kurang tidur. Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak justru mati kelelahan. Selain itu, menutup kepala ketika sedang tidur juga tidak bagus bagi otak. Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak akan menjadi rusak.

Selanjutnya adalah berpikir terlalu keras ketika sedang sakit. Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Hal kesembilan adalah kurangnya stimulasi otak. Berpikir adalah cara yang terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir justru membuat otak kita menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Yang terakhir adalah jarang bicara. Kenapa? Karena percakapan intelektual biasanya akan membawa efek bagus pada kerja otak.

So, sepertinya anda harus lebih sering mengajak otak anda bergerak dan berpikir, agar senantiasa sehat tentunya.

Sumber: http://lakersx6.wordpress.com/

Penyebab Masih Muda Kok Pikun ?

Anda sering lupa untuk membawa dompet ketika berpergian? Atau lupa dimana terakhir meletakkan hp saat sedang di rumah sehingga perlu sampai memiscalnya untuk tahu keberadaan si hp? Atau apakah Anda sering mengeluh bahwa apa yang baru dipelajari beberapa waktu lalu sudah lupa? Mungkin dewasa ini semakin banyak orang yang mengeluhkan berbagai hal seperti diatas. Intinya, mengapa kita semakin mudah lupa? Jika kita menceritakan hal ini dengan teman sebaya, paling-paling mereka hanya mengatakan dengan enteng”sudah pikun kali loe!”

Terkadang lupa akan sesuatu yang kecil tidak akan meresahkan, tetapi bila terjadinya berulang-ulang atau terkait dengan kelupaan yang serius tentunya masalah ini sering meresahkan. Lupa atau pikun sudah melekat erat di persepsi masyarakat sebagai suatu fenomena alamiah pada orang yang semakin menua. Padahal kepikunan pada orang tua itu ada batasnya, yaitu kapan dibilang alamiah, kapan pula sudah masuk ke tahap patologis suatu penyakit. Tetapi isu yang lebih hangat saat ini adalah banyaknya gejala ”kepikunan” yang dialami orang lebih muda seperti Anda dan saya. Persoalan kepikunan yang sering terjadi adalah yang sederhana seperti tertuliskan oleh contoh di atas.

Kepikunan macam tersebut pada usia relatif muda sesungguhnya seringkali bukanlah suatu penyakit otak seperti misalnya dementia pada orang tua. Ada banyak faktor yang dapat membuat mengapa orang muda jaman sekarang banyak lupa dan ternyata jika ditilik lebih teliti, faktor psikis merupakan faktor penting. Untuk dapat memasukkan suatu ide atau ingatan ke dalam gudang memori kita di otak, seseorang haurs memiliki daya konsentrasi dan fokus yang baik. Selain itu, ingatan yang baik harus didukung oleh tindakan repetitif (atau sering berulang-ulang dipraktekkan atau dikeluarkan dari pikiran) dan motivasi yang merupakan alasan kuat mengapa otak Anda harus bersusah payah menyimpan data memori untuk diri Anda. Jadi gangguan dari salah satu faktor tersebut dapat membuat Anda mudah ’pikun’.

Jaman sekarang, masyarakat perkotaan seringkali hidup dalam serba keterburu-buruan dan melakukan banyak aktivitas dalam waktu yang berdekatan. Semua itu akan membuat pikiran sulit terfokuskan, menimbulkan akumulasi kelelahan yang berakibat daya konsentrasi melorot apalagi jika ditambah insomnia yang telah menjadi rekan setia setiap malam. Stress dan kecemasan di lain pihak akan semakin menutup pintu masuk memori di dalam otak. Memori kita memiliki 4 derajad, yaitu memori segera, jangka pendek, jangka sedang dan jangka panjang. Dan otak kita bertugas menjadi filter untuk setiap info yang masuk, mana yang akan masuk ke arah memori derajad lebih tinggi yaitu memori jangka panjang. Kebanyakan aktivitas kita yang dilakukan secara terburu-buru hanya sempat mengisi lubang memori segera atau jangka pendek dan ketika kesibukan lain mengisi kepala kita maka filter otak akan menyaring dan membuangnya. Hanya hal-hal yang berkesan, masuk dengan konsentrasi dan minat tinggi serta sering diulang-ulang yang dapat mengisi memeori jangka panjang. Dan itulah masalahnya mengapa kita mudah lupa akan hal-hal sederhana dalam keseharian kita, karena kita seringkali kurang konsentrasi dan cemas dalam banyak hal. Akibatnya banyak energi kita tersedot ke kecemasan dan beban pikiran tersebut.

Dementia
Kepikunan yang berupa penyakit yang sesungguhnya dalam dunia medis adalah dementia. Dementia ditandai kerusakan struktural otak yang nyata sehingga bermanifestasi pada sekumpulan gejala sehari-hari yang kompleks dalam hal pemikiran dan perilaku. Dementia merupakan sekumpulan gangguan kognitif yang meliputi kemampuan konsentrasi, intelektual ( berhitung), bersosialisasi (berbicara), memori, orientasi (seperti tahu sekarang hari apa, dimana, siapa dirinya), gangguan gnosia (pengenalan objek maupun wajah orang) serta gangguan apraxia (ketidakmampuan melakukan satu paket gerakan rutin seperti memakai kemeja). Gejala dementia jadi bukanlah semata pikun atau gangguan memori, tetapi lebih meliputi hal yang kompleks dalam berbagai segi kehidupan. Penderita dementia sering mengamuk tidak jelas, merasa banyak orang sedang menguntit atau menjelekkannya, tidak dapat kencing maupun buang air besar sendiri, sering telanjang, pemurung, atau yang lebih menyedihkan lagi, tidak mengenal siapapun bahkan istri dan anaknya sekalipun. Tentunya semua gejala ini muncul secara bertahap, dan mungkin saja diawali dengan mudah lupa atau kepikunan serta disorientasi ringan.

Yang unik gejala awal lupa atau kepikunan (amnesia) pada dementia maupun amnesia jenis organik lainnya adalah menimpa ingatan jangka pendek-sedang. Jadi pasien dementia tahap awal mungkin masih ingat akan hal-hal yang terjadi saat jaman perang dulu, maupun saat kecilnya, sehingga mereka seringkali jika masih dapat berfungsi bicara bercerita melulu tentang ja-dul (jaman dulu). Itu karena memang waktu-waktu tersebutlah yang masih menempel dalam pikiran mereka. Ini disebabkan karena ingatan jangka panjang itu adalah hasil filter yang kuat dari sistem memori kita sehingga akan tertanam dengan kuat pula pada gudang data utama yaitu di bagian hippocampus, sehingga memang menjadi hal yang paling sulit dihapus.

Dementia dapat disebabkan banyak hal, tidak kurang meliputi lebih dari dari 70 penyebab. Salah satu jenis yang sering dijumpai adalah dementia Alzheimer yang hingga saat ini belum ada satupun obat yang benar-benar dapat menyembuhkannya. Beberapa penyebab lainnya yang dapat menimbulkan komplikasi berupa dementia adalah pasca-stroke, pasca trauma pada kepala yang berat, Parkinson lanjut, pasien HIV-AIDS, penyakit sapi gila, dan juga mereka yang terlahir dengan sindrom genetik seperti sindrom Down akan lebih mudah terkena dementia. Alkoholisme berat juga bukan jarang terjadi terutama di negara Barat. Peminum alkohol berat umumnya mengalami defisiensi thiamine (vit B1) yang penting dalam fungsi saraf di dalam otak, jika hal ini berlanjut lama maka mereka akan mengalami sindrom Korsakof yang bergejala antara lain amnesia (lupa ingatan) permanen. Salah satu isu yang sedang merebak saat ini tentang penyebab dementia adalah keterkaitan dementia dengan menopause dan andropause. Hal ini, terutama yang terkait andropause sedang dalam penelitian lebih lanjut

Dementia umumnya terjadi pada mereka yan berusia >65 tahun yang disebut dementia senilis. Namun isu yang sedang hangat menghiasi media saat ini adalah dementia yang terjadi pada usia lebih muda di bawah 65 tahun, bahkan ada kasus terjadi pada usia 30an tahun! Tampak berbagai macam penyakit degeneratif seperti penyakit saraf dan jantung saat ini semakin sering terjadi pada usia lebih muda. Belum diketahui pasti faktor apa saja yang membuat dementia semakin gencar terjadi pada usia lebih muda. Di Inggris saja sudah dilaporkan ada 18000 pasien dementia yang berusia <65 tahun pada tahun 2005, angka yang sangat mengerikan untuk suatu negara yang jumlah penduduknya tidak terlalu banyak. Di Indonesia? Kita masih tidak tahu. Tapi seiring stroke yang sudah cukup sering saya jumpai pada beberapa pasien berusia 35an tahun, saya kira dementia pada usia muda yang primer maupun sekunder pasca stroke sudah cukup banyak berada.

Dementia yang terjadi pada usia lebih muda, walaupun memiliki gejala yang sama dengan dementia senilis, memiliki dampak yang lebih besar pada diri si pasien. Saat usia paruh baya, ia sedang berada dalam puncak karier, sedang hangat-hangatnya kehidupan berkeluarga, sedang menjadi tulang punggung keluarga maupun sedang dalam aktivitas fisik yang banyak. Ketika dementia masuk dalam hidup mereka, bisa dibayangkan betapa besar kehancuran yang mengancam jika mereka tanpa medapatkan dukungan yang memadai dari keluarga. Oleh karena itu dementia pada orang muda lebih sulit untuk diterima sehingga lebih sulit pula untuk dimanajemen terapi. Dementia pada usia muda membutuhkan perhatian tersendiri karena meliputi lingkup permasalahan dan pendekatan yang berbeda dari dementia senilis.

Depresi dan Kepikunan
Sebelum kepikunan pada usia muda dicurigai sebagai younger onset dementia, adalah lebih penting kita menyingkirkan permasalahan psikis yang bisa jadi melatarbelakangi ’kepikunan’ tersebut. Depresi dalam berbagai derajadnya saat ini banyak diderita masyarakat, terutama masyarakat perkotaan. Depresi sangat potensial mengganggu konsentrasi maupun minat seseorang sehingga potensial juga menimbulkan gejala mudah lupa atau ’pikun’. Dan hal satu ini jauh lebih banyak dijumpai ketimbang dementia.

Gejala utama dari depresi berupa 3M yaitu MINAT menurun (jadi malas melakukan apa yang tadinya dihobikan), MOOD yang menurun (bawaannya negative thinking dan pemurung terus) serta MOTORIK yang menurun (jadi mudah lelah, capai). Gejala tambahan lain dari depresi bisa berupa gangguan makan (bisa jadi tambah sering makan atau kurang makan), gangguan tidur (bisa insomnia atau malah tidur mulu), sering sakit kepala, gangguan fisik lain,dll. Jika Anda memiliki gejala-gejala semacam diatas dan Anda menjadi sering lupa maka kepikunan itu adalah buah dari depresi yang ada. Depresi memang salah satu gangguan yang harus dipikirkan sebagi bandingan dementia karena penderita depresi yang ebrat sekalipun dapat memiliki gejala mirip dementia seperti pikun, cuek akan suasana sekitar, mudah marah-marah, berpakaian dengan sekenanya saja dll. Dan saya kira banyaknya kepikunan atau mudah lupa pada masyarakat perkotaan yang aktif dan berusia relatif muda lebih banyak disebabkan oleh karena depresi ketimbang dementia atau penyakit lainnya. Cara menghilangkan mudah lupa semacam ini? Yaa depresinya harus ditangani dengan baik antara lain jangan malu untuk ke psikiater.


Sumber: http://lakersx6.wordpress.com/

Tips Merawat Kesehatan Vagina

Merawat Organ Kewanitaan Tinggal di daerah tropis yang panas membuat kita sering berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembab, terutama pada organ seksual dan reproduksi yang tertutup dan berlipat. Akibatnya bakteri mudah berkembang biak dan eksosistem di vagina terganggu sehingga menimbulkan bau tak sedap serta infeksi. Untuk itulah kita perlu menjaga keseimbangan ekosistem vagina.

Ekosistem vagina adalah lingkaran kehidupan yang ada di vagina. Ekosistem ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu estrogen dan laktobasilus (bakteri baik). Jika keseimbangan ini terganggu, bakteri laktobasilus akan mati dan bakteri pathogen akan tumbuh sehingga tubuh akan rentan terhadap infeksi.

Sebenarnya di dalam vagina terdapat bakteri, 95 persennya adalah bakteri yang baik sedang sisanya bakteri pathogen. Agar ekosistem seimbang, dibutuhkan tingkat keasaman (pH balance) pada kisaran 3,8 - 4,2. Dengan tingkat keasaman tersebut, laktobasilus akan subur dan bakteri pathogen mati.

Banyak faktor yang menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem vagina, antara lain kontrasepsi oral, diabetes melitus, pemakaian antibiotik, darah haid, cairan mani, penyemprotan cairan ke dalam vagina (douching) dan gangguan hormon (pubertas, menopause atau kehamilan). Dalam keadaan normal vagina mempunyai bau yang khas. Tetapi, bila ada infeksi atau keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan bau yang mengganggu, seperti bau yang tidak sedap, menyengat, dan amis yang disebabkan jamur, bakteri atau kuman lainnya. Jika infeksi yang terjadi di vagina ini dibiarkan, bisa masuk sampai ke dalam rahim.

Alaminya susu
Untuk menjaga kebersihan dan mematikan bakteri jahat di dalam vagina memang tersedia produk pembersih daerah intim wanita. Dari sekian banyak merek yang beredar rata-rata memiliki tiga bahan dasar.

Pertama, yang berasal dari ekstrak daun sirih (piper betle L) yang sangat efektif sebagai antiseptik, membasmi jamur Candida Albicans dan mengurangi sekresi cairan pada vagina. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Amir Syarif dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, penggunaan daun sirih pada pengobatan keputihan, 90,0 persen pasien dinyatakan sembuh.

Sayangnya, jika pembersih berbahan daun sirih ini digunakan dalam waktu lama, semua bakteri di vagina ikut mati, termasuk bakteri laktobasilus. Sehingga keseimbangan eksosistem menjadi terganggu.

Kedua, produk-produk pembersih kewanitaan yang mengandung bahan Povidone lodine. Bahan ini merupakan anti infeksi untuk terapi jamur dan berbagai bakteri. Efek samping produk yang mengandung bahan ini adalah dermatitis kontak sampai reaksi alergi yang berat.

Ketiga, produk yang merupakan kombinasi laktoserum dan asam laktat. Laktoserum ini berasal dari hasil fermentasi susu sapi dan mengandung senyawa laktat, laktose serta nutrisi yang diperlukan untuk ekosistem vagina. Sedangkan asam laktat berfungsi untuk menjaga tingkat pH di vagina.

Menurut dr. Junita Indarti, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari RSCM, susu mengandung zat aktif yang bisa diekstrak menjadi asam laktat dan laktoserum, dan secara klinis terbukti mengurangi keluhan rasa gatal, rasa terbakar dan keputihan pada vagina.
\”Sebanyak 70 persen pasien yang datang berobat, keluhannya hanya seputar keputihan. Setelah pasien dirawat dengan pemberian larutan asam laktat dan laktoserum dua kali sehari selama dua minggu, tingkat kesembuhannya mencapai 80 persen, hanya 5,4 persen yang mengalami efek samping berupa ruam kulit\” katanya menjelaskan.

Kombinasi asam laktat dan laktoserum sebagai pembersih organ kewanitaan bersifat alami karena tidak membunuh bakteri laktobasilus melainkan meningkatkan pertumbuhannya. Salah satu produk yang pembersih wanita yang mengandung bahan ini adalah Lactacyd, yang saat ini sudah bisa dibeli di outlet toko obat.

Sebelum memutuskan memilih suatu produk, menurut Junita ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain apa saja keluhan yang dirasakan saat ini dan sebisa mungkin memilih produk yang isinya mengandung zat-zat yang baik. \”Untuk pemakaian jangka panjang sebaiknya memilih produk yang bisa memelihara ekosistem alami vagina. Produk yang mengandung pembunuh bakteri sebaiknya hanya digunakan untuk jangka pendek atau ketika ada masalah saja,\” tambah Junita.

Kebisaan menjaga kebersihan, termasuk kebersihan organ-organ seksual atau reproduksi, merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan kita. Jika ekosistem vagina terjaga seimbang, otomatis kita akan merasa lebih bersih dan segar dan tentu saja lebih nyaman melakukan aktivitas sehari-hari.

Sumber: http://catatansikem.wordpress.com/