Apakah Michael Jackson Dimakamkan Secara Islam?

Selasa, 30 Juni 2009

http://www.citifmonline.com/wp-content/uploads/2009/03/michael-jackson.jpg

Kematian Michael Jackson masih menyisakan banyak misteri dan pertanyaan banyak orang. Hingga saat ini jenazah Jacko belum dimakamkan, masih disimpan di dalam lemari pendingin.

Satu berita yang sering diungkap oleh media di Indonesia pada hari kematiannya adalah kabar bahwa Jacko sudah berpindah ke agama Islam sejak tahun 2008 yang lalu. Itu berarti, jika tidak ada perubahan yang berarti dari tahun 2008 hingga hari kematiannya, maka Jacko adalah seorang muslim, terlepas dari apakah dia menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim (shalat, puasa dan sebagainya) atau tidak.



Banyak orang, termasuk saya, menunggu-nunggu apakah Jacko akan dimakamkan secara Islam. Jika ya, berarti jenazahnya akan dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan terakhir dikuburkan sesuai tatacara penyelenggaraan jenazah dalam ajaran Islam. Namun hingga saat ini belum terdengar kabar bagaimana keluarga Jacko akan memperlakuakn mayat Jacko.

Kalau menurut ajaran Islam, mayat tidak boleh telalu lama menunggu untuk dimakamkan. Dia harus disegerakan pemakamannya. Ketika seseorang meninggal dunia, maka sang mayat harus cepat diselenggarakan mulai dari dimandikan hingga dikuburkan. Jeda waktu dari kematian hingga penguburan tidak boleh lebih dari sehari semalam. Jika dia meninggal pukul 12 siang, maka mayat harus dikuburkan selambat-lambatnya sebelum pukul 12 siang pada hari berikutnya.



Namun untuk Jacko, kita tidak tahu kepastian tentang hal ini. Entah, bagaimana keluarganya memperlakukan mayat Jacko, apakah dimakamkan sesuai agama keluarganya atau sesuai agama Jacko. Saya juga belum mendengar kabar inisiatif kelompok muslim di Amerika terhadap jenazah Jacko.

Saya jadi teringat ketika Prof. Mustopo (pemilik Universitas Mustopo di Jakarta dan SD Mustopo di Bandung) meninggal dunia di Bandung pada tahun 80-an. Prof. Mustopo sendiri tidak jelas agamanya apa, entah Kejawen atau agama apa, anak-anaknya sendiri beragama macam-macam, ada yang Islam, Kristen, dan sebagainya. Ketika Prof. Mustopo meninggal, anak-anaknya bersilang pendapat tentang jenazah ayahnya, apakah dimakamkan secara Islam atau Kristen atau Kejawen. Cukup lama jenazah Mustopo “terbengkalai”, akhirnya oleh beberapa ustad di Bandung saat itu diputuskan jenazah Prof. Mustopo diselenggarakan secara Islam, dengan menilik masa lalunya yang pernah menyandang “Islam KTP”.

Begitulah kisah sedih tentang seonggok jenazah. “Nasibnya” tergantung pada orang-orang hidup yang mengenalnya. Semoga kita yang masih hidup diberikan oleh Allah SWT kelak hari akhir yang baik, berada di tengah orang-orang yang baik, dan diperlakukan secara baik pula hingga ke liang lahat. Khusnul khotimah, mati dalam keadaan yang baik.


Sumber: rinaldimunir.wordpress.com






0 comments

Posting Komentar